Slideshow

Selasa, 31 Mei 2011

Sekilas Biografi Syaikh Nawawi al-Bantani

Nama     : Abu Abdul Mu’thi Muhammad Nawawi Bin Umar Bin Arabi bin Nawawi al-Jawi al-BantaniLahir    : 1814 M/ 1230 H, di Ds. Tanara, Kec. Tirtayasa, Kab. Serang Banten Utara.
Istri    : Nasimah, dan Hamdanah
Anak    : Maryam, Nafisah, Ruqayyah, Zuhra’, Abdul Mu’thi
Gelar    : Sayyid Ulama Hijaz (Pemimpin Tokoh Hijaz)
Wafat    : 25 Syawwal 1314 H/ 1897 M. (Umur 84 tahun) Ma’la, kampung Syi’ib Ali Mekah, Saudi Arabia.
Syaikh Nawawi al-Bantani

Pada abad ke-16, di Banten terjadi perebutan kekuasaan pada masa pemerintahan Sultan Agung tirtayasa yang dilakukan oleh putra mahkota sendiri Sultan Haji (Sultan Abdul Qahhar), kesultanan sudah memperlihatkan kemundurannya. Hal ini disebabkan hubungan erat antara Sultan Haji dan Kompeni demi menggulingkan kekuasaan ayahnya.
Kesultanan Banten yang didirikan oleh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati), akhirnya  benar-benar redup dan digantikan dengan kekuasaan kolonial Belanda. Pada masa inilah Muhammad Nawawi dilahirkan, tepatnya masa Kesultanan Banten ke-21 (kesultanan yang terakhir)  yang bernama Muhammad Rafi’uddin (1813-1830 M)
Syaikh Nawawi dilahirkan sebagai anak pertama dari pasangan KH. Umar dan Nyai Zubaidah. Dari tujuh saudaranya yaitu :


1.    Muhammad Nawawi
2.    Ahmad`Syihabuddin
3.    Tamim
4.    Said
5.    Abdullah
6.    Syakillah
7.    Syahriyah

Syaikh Nawawi tumbuh dewasa dalam keluarga yang agamis (kental dengan agama). Ayahnya, KH. Umar adalah seorang tokoh agama dan pengasuh pesantren di desa  Tanara, keturunan Sultan pertama Banten, Maulana Hasanuddin Panembahan Surosowan. Sedangkan Ibunya, Nyai Zubaidah adalah wanita sholihah keturunan para bangsawan banten dan Sunan Gunung Jati.
Perjalanan Pendidikan Nawawi, sudah dimulai sejak  kecil (berumur 5 tahun), mula2 ia di bimbing langsung oleh ayahandanya KH. Umar, untuk pelajaran-pelajran agama dasar. Namun itu tak berlangsung lama, hanya tiga tahun. Kemudia dia  bersama dua saudaranya, Tamim dan Ahmad, belajar kepada Haji Sahal, seorang Ulama Banten yang sangat terkenal pada saat itu.
Diceritakan, sebelum ia menuntut ilmu, terlebih dahulu ia meminta doa dan izin kepada ibunya Nyai. Zubaidah. Ibunya pun dengan ikhlas melepas anaknya untuk menuntut ilmu dengan pesan
“Ku doakan dan kurestui kepergianmu untuk menuntut Ilmu, dengan syarat : kau tidak boleh pulang sebelum kelapa yang ku tanam ini berbuah”

Dengan bekal doa dan pesan dari Ibu nya, Nawawi dan dua saudaranya berngakat menuntut Ilmu dipesantren Haji yusuf, kemudian ke daerah cikampek (jawa barat), untuk mendalami Lughat (Bahasa Arab). Setelah 6 tahun berkelana mencari Ilmu, Nawawi dan dua saudaranya pulang ke kampung halamannya.
Pesantren Rintisan KH. Umar (ayah Nawawi), setelah KH. Umar wafat, kepengasuhan digantikan oleh Syaikh Nawawi, dan tampak semakin ramai dengan banyaknya santri yang belajar Ilmu agama. Namun hal itu hanya berlangsung 2 tahun, karena nawawi melanjutkan perjalanan pendidikannya ke Mekkah.
Walaupun sempat pulang kekampung halamannya, Syaikh Nawawi kembali ke Mekkah, dengan beberapa alasan, antara lain :, menunaikan ibadah haji (untuk kesekian kalinya), menuntut Ilmu, dikarenakan kondisi tanah air yang tidak aman (terdapat penjajahan).
Walhasil, semangat menuntut Ilmu dan mengarang kitab di mekkah mulai tampak dan namanya mulai melambung, serta karir Syaikh Nawawi sebagai Ulama Jawa (Indonesia) semakin disegani di daerah kelahiran Rasulullah itu.
Di Mekah, Syaikh Nawawi tinggal diperkampungan Syi’ib, yang hanya berjarak 500 meter dari Masjidil Haram, dia belajar kepada beberpa guru dan syaikh yang terkenal waktu itu, antara lain :
1.    Syaikh Sayyid Ahmad Al-Nahrowi
2.    Syaikh Sayyid Ahmad al-Dimyati
3.     Syaikh Sayyid Ahmad Zaini Dahlan
4.    Syaikh Muhammad Khatib al-Hanbali
5.    Syaikh Badul Ghani Bima
6.    Syaikh Yusuf Sumbulaweni
7.    Syaikh Abdul Hamid al-Daghastani

Pada puncak karirnya, Syaikh Nawawi pun menjadi salah satu guru besar yang mengajar di Masjidil Haram, beliau mengajar para santri yang datang dari berbagai negara. Kemasyhuran Syaik Nawawi ini sampai ke negara  Syiria, Mesir dan tergolong salah satu Ulama besar abad ke 15 H/ 18 M.
Banyak para santri Syaikh Nawawi yang menjadi tokoh dan Ulama di Indonesia, diantaranya , KH. Kholil Bangkalan (Madura), KH. Hasyim ‘Asyari, KH. ‘Asy’ari Bawean, KH. Nahjun (kampung Gunung Mauk Tanggerang, banten ), KH. Asnawi, (caringin, Labuhan, pandeglang  Banten), KH. Ilyas (kampung Teras, Tanjung Tirtayasa, Serang, Banten), KH. Abdul Ghaffar (Kampung Lampung, Tirtayasa, Serang Banten), KH. Tibakugus Bakri (Sempur, Surakarta), KH. Mahfudz Termas, KHR. Asnawi Kudus (Jateng), KH. Wasith (Cilegon, Banten), KH. Tubagus Ismail (Cilegon Banten), KH. Ahmad Dahlan (sleman Yogyakarta), KH. Abdul al-Sattar al-Dahlawi, (Asal Delhi India) 
Kedalaman Ilmu Syaikh Nawawi bisa dilihat dari karangannya yang tidak kurang dari 100 kitab, walaupun yang bisa dinikmati masih sedikit (41 kitab). Dalam bidang tafsir, beliau mengarang kitab tafsir “Tafsir al-Munir Li Ma’alim al-Tanzil”, atau dikenal dengan “Marahu al-Labid tafsi al-Nawawi”. Dalam bidang tashawwuf dan akhlaq,  bidang fiqih dan teologi. Berikut beberapa karangannya :
1.    Al-Simar al-Yaniyat, Syarhu ‘A;a Riyadhil Badi’ah
2.    Tanqih al-Qaul al-Hatsits,  Syarh ‘Ala Lubab al-Hadits,
3.    Al-Tausyikh, Syarh ‘Ala Fathil Qorib al-Mujib,
4.    Nur al-Zhalam, Syarh ‘Ala Manzhumah Aqidati al-‘Awam
5.    Tafsir al-Munir Li Ma’alim al-Tanzil
6.    Madariju al-Su’ud, Syarh ‘Ala Maulid al-Nabawi (Syarah Kitab Barzanji)
7.    Fathu al-Majid, Syarh ‘Ala Daru al-farid Fi al-Tauhid
8.    Fathu al-Shamaq, Syarh ‘Ala maulid al-Nabawi
9.    Nihayah al-Zain ‘Ala Qurrati al-‘Ain bi Muhimmati al-Din
10.    Sullam al-Fudhala’, Syarh ‘Ala Manzhumat al-Adzkiya’
11.    Maraqi al-‘Ubudiyah, Syarh ‘Ala Bidayati al-Hidayah
12.    Sullam al-Munajat, Syarh ‘Ala Safinat al-Shalah
13.    Nash’ihu al-‘Ibad, Syarh ‘Ala al-Munbihat al-Isti’dad Li yaumi al-Mi’ad
14.    Al-Aqdu al-Samin, Syarh ‘Ala Manzhumat al-Sittin Masalatan al-Musamma bi al-Fathu al-Mubin
15.    Bahjatu al-Wasail, Syarh ‘Ala al-Risalah al-Jami’ah Baina Ushuli al-Din, wa al-Fiqh wa al-Tashawwuf
16.     Targhibu al-Mustaqin, Syarh ‘Ala manzhumat sayyid al-barzanji Zainal Abidin Fi Maulidi Sayyid al-Awwalin
17.    Tinaj al-Durari, Syarh ‘Ala al-‘Alim al-‘Allamah Syaikh Ibrahim al-Bajuri fi al-Tauhid
18.    Fathu al-Mujib, Syarh ‘Ala al-Syarbani fi ‘Ilmi al-Manasik
19.    Mirqatu al-Shu’ud al-Tashdiq, Syarh ‘Ala Sullam al-Taufiq
20.    Kasyifatu al-Saja, Syarh ‘Ala Safinati al-Naja
21.    Qami’u al-Tughyan, Syarh ‘Ala Manzhumat Syu’ab al-Iman
22.    Al-futuhatu al-Madaniyah, Syarh ‘Ala Syu’abu al-Imaniyah
23.    ‘uqudu al-Lujain fi Huquqi baina Zaujaini
24.    Fathul Ghafir al-Khatiyyah, Syarh ‘Ala Nazham al-Jurumiyah al-Musamma bi al-kaukab al-Jaliyyah.
25.    Qathru al-Ghaits, Syarh ‘Ala Masail Abi Laits
26.    Al-Fushushu al-Yaquthiyah, Syarh ‘Ala Raudhati al-Bahiyyahfi Abwabi al-Tashrifiyah
27.    Al-riyadhu al-Fauliyah
28.    Suluku al-Jaddah, Syarh ‘Ala Risalah alMuhimmah bi lam’ati al-Mufidah fi Bayani al-jum’ati wa al-Mu’addah
29.    Al-Nahjah al-jayyidah li Halli  Naqawati al-‘Aqidah
30.    Hilyatu al-Shibyan ‘Ala Fathi al-Rahman
31.    Mishbahu al-Zhalam ‘Ala al-Hikam
32.    Dzariyatu al-yaqin ‘Ala Ummi al-Barahin
33.    Al-Ibriz al-dani Fi Maulidi Sayyidina Muhammad Sayyidi al-Adnani
34.    Bughyatu al-Anam fi Syarhi Maulidi sayyidi al-Anam
35.    Al-Durar al-Bahiyah fi syarhi al-Khashaish al-Nabawiyah
36.    Kasyfu al-Marutthiyah ‘An Sattai al-Jurumiyah
37.    Lubabu al-Bayan
38.    Qut al-Habib al-Gharib, Syarh ‘Ala  Fathi al-Qarib al-Mujib
39.    Syarh al-‘Allahmah al-kabir ‘Ala Manzhumati al-‘Alim al-‘Amil wa Khabir, al-Kamil al-Syaikh Muhammad al-masyhur bi al-Dimyathi al-Lati allafaha fi al-Tawassuli bi al-Asmai al-husna wa bi hadhrati al-nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallama wa bi Ghairihi min Aimmati al-Akhbar wa fi Madhi Ahli Baitihi al-Abrar
40.    Fathu al-‘Arifin
41.    Syarhu al-Burdah

Sumber rujukan : Sayyid Ulama Hijaz, Biografi syaikh Nawawi al-Bantani, Oleh Syamsul Munir.

Senin, 30 Mei 2011

Konsep Imamah, Khilafah, dan Negara Islam

Negara Islam
Telah merasuk pada kebanyakan orang Islam sebuah pemikiran bahwa kemajuan sebuah negara dapat dilakukan dengan memisahkan Agama dan Negara. Islam adalah agama  murni yang tidak ada hubunganya dengan sistem kenegaraan. Sehingga di negara-negara Timur yang mayoritas penduduknya muslim  tersebar sebuah ungkapan 
ان الدين لله والوطن للجميع     
(sesungguhnya agama itu milik Allah sedangkan Negara adalah milik bersama). 

Agama hanyalah aturan-aturan yang membahas hubungan manusia dengan Tuhanya, sedangkan aturan sosial kenegaraan diserahkan penuh kepada manusia.

Pemahaman yang fatal ini bermula disebarkan oleh kaum Imperealisme Barat. Mereka menganggap bahwa kemajuan Negara-negara Barat yang sudah dicapai sekarang adalah dampak dari mereka yang menjauh dari agama. Semakin agama tidak ikut campur dalam urusan politik, maka sebuah Negara akan dapat mengalami kemajuan  pesat. Selanjutnya mereka juga menginginkan konsep Negara sekuler di Barat juga diterapkan di negara-negara Timur. Sebagaimana yang sudah dilakukan oleh Mustofa Kamal at-Tartuk yang mendirikan Negara sekuler di Turki.
Sebagaimana yang telah dikatakan oleh Al-Afghani, memang harus diakui bahwa Eropa telah menjadi modern dengan cara mereka sendiri yaitu dengan tidak sungguh-sungguh menjadi Kristen. Hal seperti ini tidak bisa diterapkan pada diri orang Islam, karena kata-kata orang Eropa berasal dari prinsip-prinsip tertentu yang dipahami oleh mereka sendiri. Kaum muslimin akan maju kembali jika bersatu dan memegang teguh syariat Islam, dan sebaliknya akan lemah seperti sekarang karena mereka tidak benar-benar menjadi muslim.Oleh sebab itu sangat penting sekali bila kita kembali menerapkan syariat-syariat Islam. Karena sebenarnya Islam adalah agama universal yang melayani semua kebutuhan kehidupan termasuk dalam ketatanegaraan.
Penulis akan membahas dan mengulas pandangan Islam tentang sebuah konsep Negara. Pada bagian awal akan kami bahas tentang pengertian Imamah dan Khilafah beserta lembaga dan jabatan yang berada di dalamnya seperti Ahlul Halli wal Aqdi dan wizarah. Kemudian akan diteruskan dan ditutup dengan pandangan aliran-aliran Islam tentang konsep Imamah.


Silahkan download lanjutannya  dan pilih filenya :
1. Konsep Imamah, Khilafah, dan Negara Islam. Pdf. view
2. Konsep Imamah, Khilafah, dan Negara Islam. Doc. view

Konstitusi, Legislasi, Demokrasi, Syura dan Ummah

Keberadaan sebuah Negara Islam, memang saat ini masih menjadi isu yang hangat. Apalagi dikalangan para tokoh nasionalis dan kaum konserfative. Walaupun pada kenyataannya, tidak ada konsep baku yang bisa dijadikan rujukan sebuah tatanan kepemerintahan. Sehingga sangat dimungkinkan untuk terdapat perbedaan konsep negara pada saat ini, dan masa lampau.
Belum selesai dengan polemik pemikiran tentang sebuah gambaran “Negara dan Sistem Pemerintahan”, dalam tulisan ini akan diketengahkan beberapa unsur penting dalam sistem pemerintahan yang sebenarnya sudah disinggung oleh para ulama. Antara lain “Legislasi” atau perundang-undangan yang dianut oleh mayoritas negara pada saat ini. Walaupun terdapat perbedaan, namun memiliki substansi yang sama.

1. Konstitusi, Legislasi, Demokrasi, Syura dan Ummah. Pdf. view
2. Konstitusi, Legislasi, Demokrasi, Syura dan Ummah. Doc. view

Kamis, 26 Mei 2011

Siyasah Dauliyah (Politik Negara)

Siyasah Dauliyah
Islam adalah agama besar. Kebesarannya tercermin dalam cita-cita besar yang ingin diwujudkannya yaitu menyebar rahmah ke seluruh alam. Untuk tujuan besar itu, Allah yang maha besar telah menitipkan kebesaran-Nya dalam risalah Nabi Muhammad SAW, al-Quran.
Bahasa al-Quran sengaja dibuat multi interpretasion untuk menampung ide-ide besar. Sehingga seluruh nilai-nilai kehidupan ini tercakup baik secara implisit maupun eksplisit dalam redaksinya yang singkat dan padat. Termasuk di dalamnya adalah nilai-nilai yang menjadi standar hubungan antar negara.

Dan pada kesempatan ini, pemakalah akan mencoba menggali dan mengeksplor nilai-nilai itu dari khazanah intelektual Islam untuk dapat dipahami, didiskusikan, dan dikontekstualisasikan ke dalam kehidupan berbangsa. Ini adalah penting karena kita adalah anak bangsa dan seharusnya peduli dengan bangsa kita. Bukankah bangsa kita adalah ibu pertiwi kita? Selamat berdiskusi.

Silahkan download lanjutannya  dan pilih filenya :
1. Fiqh Siyasah Dauliyah. Pdf. view
2. Fiqh Siyasah Dauliyah. Doc. view

Selasa, 24 Mei 2011

Konsep Negara Hukum

Negara Hukum
Negara termasuk didalamnya pemerintah dan lembaga-lembaga lainnya dalam melaksanakan tindakan apapun harus didasari oleh kepastian hukum. Dalam kehidupan bernegara yang didasarkan atas hukum maka semua hubungan antara seseorang dengan lainnya, atau antara seseorang dengan alat-alat pemerintahan dan alat-alat Negara diatur oleh peraturan-peraturan hukum.
 
Suatu Negara tanpa mempunyai sebuah hukum yang pasti maka Negara tersebut bukan dinamakan dengan Negara yang baik. Karena dengan adanya hukum maka segala aspek kenegaraan dapat berjalan sebagaimana mestinya.


Berdasarkan fenomena di atas maka kami mencoba membahas mengenai Konsep Negara Hukum dan juga macam-macamnya. Semoga bermanfaat

Silahkan download lanjutannya  dan pilih filenya :
1. Fiqh Siyasah Maliyah. Pdf. view
2. Fiqh Siyasah Maliyah. Doc. view

Senin, 23 Mei 2011

Sekilas Biografi Usamah Bin Laden

Usamah Bin Laden

Nama           : Usamah bin Muhammad bin Awwad bin Ladin /.أسامة بن محمد بن عود بن لادن
Panggilan    : Usamah bin Ladin/ Osama bin Laden
Lahir             : Jeddah, Arab Saudi, kawasan pantai Laut Merah pada 10 Maret 1957 
Meninggal   : Abbottãbad, Pakistan, 2 Mei 2011  (umur 54 tahun)
Status          : Pendiri Al Qaeda / Al-Qaidah sebuah organisasi para mantan/eks pejuang Mujahidin dan para pendukung lainnya yang membantu menyalurkan baik dana maupun para pejuang bagi gerakan pertahanan Afgan.
Anak ke-     :17 dari 52 bersaudara.  

Keterangan singkat :
Ayahnya bernama Muhammad bin Ladin, adalah seorang petani miskin dari Yaman yang kemudian bermigrasi ke Arab Saudi setelah Perang Dunia II). Di tempat yang baru ini Muhammad bin Ladin memulai dengan usahanya yang baru bergerak dalam bidang bisnis pembangunan. Pada akhirnya ia memenangkan banyak kontrak bagi pembangunan masjid-masjid dan istana-istana yang sangat bernilai dari pemerintah Arab Saudi. Oleh karena itu ia telah mengembangkan tali persahabatan yang sangat akrab dengan keluarga Kerajaan Saudi. Muhammad bin Ladin kemudian telah menjadi salah seorang yang paling kaya di Arab Saudi, yang diperkirakan memiliki keuntungan miliaran dolar Amerika Serikat. Dari keuntungannya ini diperkirakan Muhammad bin Ladin memiliki saham sebesar hampir 300 miliar dolar Amerika.

Perjalanan Hidupnya :
  • 1979         : Berangkat ke Afganistan bergabung dalam milisi perang kaum pejuang Afgan untuk melawan Soviet.
  •  1994        : Pemerintah Saudi mencabut hak kewarganegaraan Usamah dan membekukan seluruh aset dan kekayaannya di seluruh negeri
  • 1995         : Membangun infrasruktur di Sudan ketika hubungannya dengan Presiden Umar al-Bashir dan Dr. Hasan Turabi yang memerintah Sudan.
  • 1996         : dikenai hukuman atas tuduhan melatih orang-orang yang terlibat dalam penyerangan pembunuhan tentara pekerja sosial
  • 7 Agustus 1998    : Amerika Serikat membuat sebuah jebakan di Arab Saudi dengan meledakkan dua truk bermuatan bom di luar Kedutaan Besar Amerika Serikat di Nairobi dan membuat alur cerita se akan akan otak peledakan adalah usamah bin ladin
  • 20 Agustus 1998 : Presiden Bill Clinton memerintahkan armada kapal perang Amerika Serikat menggempur kamp-kamp di Afganistan yang menjadi target untuk melumpuhkan usamah binladin dengan memberikan cap sebagai sarang pelatihan teroris.
  • 11September 2001 : tuduhan penyerangan ke New York dan Washington, DC, Amerika Serikat menghancurkan gedung World Trade Center, sebagian Pentagon dan menghancurkan sebuah pesawat penumpang di Shanksville, Pennsylvania menewaskan sekitar 3.000 jiwa.
  • 2 Mei 2011     : Usamah bin Ladin tewas dalam serangan yang dilakukan oleh militer Amerika Serikat di Abbottãbad, Pakistan, tempat persembunyiannya selama ini

Al-Qaeda Produksi Amerika Serikat
Catatan : REPUBLIKA.CO.ID. Televisi France 24 menyatakan bahwa pemimpin jaringan teroris Al-qaidah, Usamah bin Ladin, adalah produksi Amerika Serikat, Arab Saudi, dan Paksitan. Televisi Perancis Selasa (10/5) dalam laporannya menyebutkan, Usamah bin Ladin merupakan bagian dari kelompok jihad yang dibentuk oleh Amerika Serikat, Arab Saudi, dan Pakistan pada dekade 70.

Kelompok-kelompok jihad itu dibentuk untuk melawan pasukan pendudukan Uni Soviet, dan Usamah merupakan orang pertama yang memimpin kelompok tersebut dalam melawan pasukan Soviet. Oleh karena itu, menurut France 24, Amerika Serikat, Arab Saudi, dan Pakistan, adalah biang di balik fenomena yang saat ini dikenal dengan terorisme Al-Qaidah.

                 http://www.republika.co.id/

Sekilas Biografi Ibnu Aqil

Syarah Ibn Aqil
Beliau adalah ulama kelahiran Aleppo  (w. 769 H) dan pernah menjabat sebagai penghulu besar di Mesir. Karya tulisnya banyak, tetapi yang terkenal adalah Syarah Alfiyah. Syarah ini sangat sederhana dan mudah dicerna oleh orang-orang pemula yang ingin mempelajari Alfiyah Ibnu Malik . Ia mampu menguraikan bait-bait Alfiyah secara metodologis, sehingga terungkaplah apa yang dimaksudkan oleh Ibn Malik pada umumnya. 

Penulis berpendapat, bahwa kitab ini adalah Syarah Alfiyah yang paling banyak beredar di pondok-pondok pesantren, dan banyak dibaca oleh kaum santri di Indonesia. Terhadap syarah ini, ulama berikutnya tampil untuk menulis hasyiyahnya. Antara lain Hasyiyah Ibn al-Mayyit, Hasyiyah Athiyah al-Ajhuri, Hasyiyah al-Syuja’i, dan Hasyiyah Al-Khudlariy.

Silahkan Download kitab Ibnu Aqil  yang berupa syarah dari Alfiyah Ibnu Malik :


1. Cover Syarah Ibnu Aqil pdf / view 
2. Syarah Ibnu Aqil pdf bag.1 / view
3. Syarah Ibnu Aqil pdf bag.2 / view
4. Syarah Ibnu Aqil
pdf bag.3 / view 
5. Syarah Ibnu Aqil pdf bag.4 / view 
 Semoga bermanfaat, komentar anda sungguh kami harapkan.