Slideshow

Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Juni 2011

Tugas-Tugas Guru

Tugas-Tugas Guru
Menjadi seorang guru, bukan hal yang mudah didapat hanya dengan numpang nama di draft tenaga pengajar. GURU, merupakan wakil dari misi Rasulullah / Nabi, yang bukan hanya memiliki fungsi mencerdaskan peserta didik (murid), namun juga yang tak kalah penting, ia menjadi mercusuar dan pembimbing bagi kehidupan dunia dan akhirat.

Dalam hal ini, al-imam ghazali menegaskan, guru lebih baik derajadnya dari pada kedua orang tua. Jika orang tua membimbing kehidupan dunia anak, maka seorang guru membimbing kehidupan anak bukan hanya dikehidupan dunia, bahkan kelak di akhirat. oleh karenanya, guru juga akan dipertanyakan tugasnya kelak di Persidangan Agung Allh swt. oleh karena itu,  orang yang telah dianugerahi title sebagai GURU, hendaknya memahami tugas-tugas Guru:

1.       Menyayangi peserta didik, seakan-akan seperti sayang orang tua pada anaknya.
2.       Mendidik dengan sungguh-sungguh dan senantiasa mendoakan, tanpa mengharapkan apa-pun, semata-mata ingin mendidik untuk kebahagiaan dunia dan akhirat.
3.       Tidak menunda-nunda ilmu yang harus diajarkan.
4.       Senantiasa membimbing murid (santri), tanpa mengenal lelah, dengan cara yang baik dan benar.
Disarikan dari al-Mursyidul Amin, Abu Hamid Muhmmad bin Muhammad al-Ghazali.

Kamis, 19 Mei 2011

Rahasia Senyum

Senyum
"Gundah gulana, resah tak terkata, sedih menyelimuti jiwa...."

itulah sekelumit petikan syair pujangga, yang biasanya terucap oleh orang yang sedang ditimpa masalah. ada obat yang manjur, "tersenyumlah", ketahuilah, bahwa tersenyum memiliki kekuatan yang luar biasa, ia dapat mendatangkan kebahagiaan, dan meringankan beban dalam jiwa. dalam sebuah riwayat, dari abi darda', ia pernah berakata : sesungguhnya aku akan selalu "tertawa"(tersenyum), sampai batinku tenang. Rasulullah saw. juga senang tersenyum, sampai kedua pipinya nampak selalu ceria.


Namun Kita jangan sampai tersenyum keluar dari batas kewajaran, tersenyumlah seadanya, karena selain yang disebutkan diatas, tersenyum juga merupakan shodaqoh, dan tradisi ahli surga kelak. dan jangan pula tersenyum dengan tujuan yang gak benar, semisal, tersenyum karena meremehkan orang lain. "HATI ANDA GUNDAH GULANA? MAKA TERSENYUMLAH...
(disarikan, dari kitab. "LAA TAHZAN", Dr. 'Aidh al-Qorny, Maktabah al-'Abikan, 1425 H. halaman, 57-58)